Rabu, 18 November 2009

Antroposfer

ANTROPOSFER

Antroposfer berasal dari kata latin anthropos yang artinya manusia dan sphaira yang artinya lingkungan. Jadi antroposfer artinya lingkungan bagian dari bumi atau biosfer yang dihuni manusia. Interaksi antara manusia dan lingkungan fisik yang berbeda-beda ditiap wilayah mengakibatkan perbedaan fisik manusia (ras manusia). Menurut A.L krober (dalam Edward,Ed, 1975) terdapat beberapa jenis ras manusia yang berkembang diseluruh dunia.
1) Ras Kaukasoid
 Nordic : Eropa utara
 Alpin : Eropa tengah dan timur
 Mediteranian : Laut tengah, Iran, Afrika utara, Armenian.

2) Ras Mongoloid
 Asiatic : Asia utara, tengah, dan timur
 Malayan Mongoloid : Asia tenggara
 American Mongoloid : Amerika utara

3) Ras Negroid
 African Negroid : Benua Afrika
 Melanesia : Papua/Irian Jaya, dan Kepulauan Melanesia.
 Negrito : Afrika tengah, Semenanjung Malaka, dan Filipina.

4) Ras Khusus
 Bushmen : Gurun Kalahari, Afrika selatan.
 Australoid : Suku Aborigin (Australia)
 Ainu : Pulau Karafotu, dan Pulau Hokaido (di Jepang).
 Weddoid : Pedalaman Sri Lanka, dan Sulawesi Selatan.



PENDUDUK DUNIA
Pertumbuhan penduduk dunia sangat pesat pada tahun 1999. tercatat jumlah penduduk dunia sejumlah 6 milyar. Tingkat pertumbuhan penduduk semakin besar, pertumbuhan penduduk secara cepat dan tiba-tiba disebut dengan ledakan penduduk, terjadi pada sekitar tahun 1900-an. Terjadi karena melonjaknya angka kelahiran dan berkurangnya angka kematian.

PENDUDUK INDONESIA
Penduduk merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan di Indonesia. Berdasarkan dari population refrence bureau (2006), pada tahun 2000 jumlah penduduk Indonesia menempati urutan ketiga di tingkat Asia setelah Cina dan India. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2003 jumlah penduduk Indonesia adalah 215.276 jiwa dengan tingkat pertumbuhan 4,58%. Kondisi demikian dapat menyebabkan ledakan penduduk.

LEDAKAN PENDUDUK
1. Dampak Ledakan Penduduk
 Persaingan lapangan pekerjaan
 Persaingan untukmendapatkan permukiman
 Kesempatan pendidikan
2. Pengendalian Ledakan Penduduk
 Insentif dan sanksi
 Pendidikan kependudukan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar